Menjual apartemen bekas bukan perkara mudah, apalagi jika persaingan di pasar sedang tinggi dan unit baru terus bermunculan. Namun, dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa menjual unit apartemen second dengan cepat dan harga yang optimal. Artikel ini akan membahas langkah-langkah konkret yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan peluang penjualan apartemen bekas Anda, dari persiapan unit hingga pemasaran digital.
Mengapa Apartemen Bekas Bisa Sulit Laku?
Sebelum membahas strategi penjualan, penting untuk memahami mengapa apartemen bekas bisa sulit terjual:
-
Banyaknya unit baru dari developer dengan promo menarik
-
Kondisi fisik unit yang kurang terawat
-
Sertifikat belum balik nama
-
Harga tidak kompetitif
-
Lokasi yang kurang strategis
-
Iklan tidak menarik atau minim eksposur
Jika Anda menyadari hal-hal ini sejak awal, Anda bisa segera mengambil tindakan untuk memperbaikinya.
1. Cek Legalitas dan Kelengkapan Dokumen
Langkah pertama dan paling penting adalah memastikan semua dokumen apartemen lengkap dan legal:
-
Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHM-SRS) atau strata title
-
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir
-
Bukti pembayaran IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan)
-
IMB atau PBG gedung
-
Bukti lunas KPA (jika sebelumnya dibeli secara kredit)
-
Surat keterangan bebas sengketa (opsional, tapi membantu)
Jika apartemen masih atas nama developer atau sedang dalam proses KPA, pastikan informasi ini disampaikan dengan jelas kepada calon pembeli.
2. Perbaiki dan Bersihkan Unit Sebelum Dipasarkan
Kesan pertama sangat penting. Apartemen bekas sering kali membutuhkan sentuhan perbaikan ringan agar terlihat layak huni:
-
Perbaiki keran bocor, lampu mati, dan retakan dinding
-
Ganti cat tembok jika kusam
-
Bersihkan seluruh bagian, termasuk lantai, balkon, dan kamar mandi
-
Tambahkan sedikit dekorasi seperti karpet, tirai, dan tanaman hias
Anda tidak perlu renovasi besar. Tujuannya hanya untuk menciptakan kesan “siap huni” dan nyaman secara visual.
3. Tentukan Harga Jual yang Realistis
Menentukan harga adalah kunci. Jangan hanya berdasarkan harga beli Anda beberapa tahun lalu. Gunakan patokan pasar saat ini:
-
Lihat harga unit serupa di tower, lantai, dan luas yang sama
-
Bandingkan harga unit baru dari developer
-
Pertimbangkan kondisi apartemen dan fasilitasnya
-
Konsultasikan ke agen properti jika perlu
Jika apartemen belum laku dalam 1–2 bulan, pertimbangkan diskon atau penawaran bonus, seperti termasuk furnitur.
4. Siapkan Strategi Foto dan Video Profesional
Foto yang buram dan gelap akan membuat calon pembeli langsung melewati iklan Anda. Solusinya:
-
Gunakan kamera dengan pencahayaan natural, atau sewa jasa fotografer properti
-
Ambil dari sudut yang memperlihatkan ruangan secara luas
-
Buat video walkthrough berdurasi 30–60 detik
-
Pastikan apartemen dalam keadaan rapi saat difoto
Foto dan video berkualitas tinggi akan meningkatkan klik dan konversi penjualan.
5. Tulis Deskripsi Iklan yang Menarik dan Informatif
Banyak iklan apartemen gagal menarik perhatian karena deskripsinya terlalu singkat atau tidak menjelaskan kelebihan unit. Saat menulis:
-
Jelaskan tipe unit dan luas bangunan
-
Sebutkan lantai, arah mata angin, dan view (jika menarik)
-
Sertakan detail fasilitas: kolam renang, gym, keamanan 24 jam, lift pribadi, dll
-
Cantumkan kelebihan: lokasi dekat tol, stasiun, kampus, mal, rumah sakit
-
Informasikan status dokumen dan cicilan (jika ada)
Contoh deskripsi singkat:
“Unit apartemen 2BR di lantai 15 dengan view city light. Luas 45 m², full furnished, posisi hook, dekat MRT Blok M. Sertifikat SHM, bebas banjir, siap huni.”
6. Manfaatkan Platform Digital Properti
Gunakan lebih dari satu platform iklan agar jangkauan luas. Beberapa situs properti populer di Indonesia:
-
Rumah123
-
Rumah.com
-
OLX Properti
-
99.co
-
Lamudi
-
Facebook Marketplace
-
Instagram dan TikTok (khusus visual walkthrough)
Gunakan hashtag yang relevan seperti #apartemenjakarta, #jualapartemenmurah, dan lokasi spesifik (#apartemenciputat, #apartemenBSD).
7. Gunakan Jasa Agen Properti jika Diperlukan
Jika Anda tidak memiliki waktu untuk mengurus promosi, kunjungan calon pembeli, dan negosiasi, menggunakan agen properti bisa jadi solusi:
Keuntungan:
-
Jaringan luas
-
Promosi profesional
-
Menyaring calon pembeli serius
-
Bisa bantu proses notaris dan legalitas
Catatan: Pastikan agen yang Anda gunakan sudah berpengalaman dan memiliki izin (AREBI atau REI).
8. Tawarkan Sistem Pembayaran Fleksibel
Calon pembeli sering tertarik jika ada keringanan atau opsi pembayaran:
-
Boleh bayar bertahap sebelum AJB
-
Bisa dibantu proses KPA
-
Sertakan furnitur sebagai bonus
Bersikap fleksibel akan membantu mempercepat keputusan calon pembeli.
9. Perhatikan Waktu Pasar
Waktu juga memengaruhi penjualan apartemen. Beberapa waktu terbaik untuk memasarkan:
-
Awal tahun (Januari–Maret): banyak orang membuat resolusi pindah rumah
-
Menjelang tahun ajaran baru (Mei–Juli): orang tua cari hunian dekat kampus
-
Menjelang akhir tahun (Oktober–Desember): banyak promo KPR
Namun, hindari waktu ketika bunga bank sedang tinggi, karena memengaruhi minat beli.
10. Siapkan Negosiasi dan Proses Akhir dengan Rapi
Begitu calon pembeli tertarik, siapkan langkah akhir:
-
Proses negosiasi harga dan pembayaran
-
Tanda tangan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
-
Urus balik nama ke notaris
-
Bayar pajak penjual (PPH final 2.5%)
Pastikan semua proses berjalan legal dan transparan agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
10 FAQ tentang Cara Menjual Apartemen Bekas
1. Apakah apartemen bekas bisa dijual meski belum lunas cicilannya?
Bisa. Anda bisa menawarkan sistem over kredit atau membantu pembeli mengajukan KPA.
2. Perlukah menggunakan notaris saat jual beli apartemen bekas?
Ya. Notaris memastikan proses jual beli legal dan dokumen resmi lengkap.
3. Berapa biaya pajak penjual apartemen bekas?
Biasanya sebesar 2,5% dari nilai jual, dibayar oleh pihak penjual.
4. Apakah harus balik nama sertifikat sebelum dijual?
Tidak wajib, tapi akan lebih baik dan proses jual beli jadi lebih cepat.
5. Apakah saya boleh tetap tinggal di apartemen selama proses penjualan?
Boleh, tapi pastikan unit selalu rapi jika ada jadwal kunjungan calon pembeli.
6. Apa keuntungan menjual lewat agen properti?
Lebih cepat laku karena promosi lebih luas dan proses dibantu dari awal hingga akad.
7. Apakah apartemen yang belum full furnished bisa laku?
Bisa, namun biasanya lebih lama atau harga sedikit turun dibanding unit siap huni.
8. Bagaimana jika apartemen belum SHM, hanya PPJB?
Pembeli biasanya lebih berhati-hati. Sebaiknya urus SHM dulu sebelum dipasarkan.
9. Apakah apartemen bisa dijual tanpa menggunakan situs properti?
Bisa, namun potensi pasar lebih terbatas. Disarankan tetap gunakan platform online.
10. Berapa lama rata-rata menjual apartemen bekas di pasar saat ini?
Antara 1–6 bulan tergantung lokasi, kondisi, harga, dan strategi promosi.
BACA JUGA: Perbedaan Apartemen Murah dan Apartemen Premium
Kesimpulan
Menjual apartemen bekas membutuhkan strategi yang matang. Anda harus memperhatikan aspek legalitas, kebersihan, harga, promosi digital, dan proses akhir secara serius. Dengan persiapan yang baik dan pendekatan profesional, unit Anda akan lebih cepat terjual dengan harga yang sesuai harapan.
Ingat, kunci utamanya adalah membuat apartemen terlihat menarik, legalitas lengkap, harga sesuai pasar, dan promosi dilakukan secara masif.
1 thought on “Cara Menjual Apartemen Bekas agar Cepat Laku”